Upcoming Event

Minggu, 06 Desember 2015


Menjadi Mahasiswa Galau, Banyak Manfaatnya. Baca ini..!

Pernahkah kamu galau? Rasanya kata ini sangat tidak dianjurkan bagi kamu seorang mahasiswa yang lagi sibuk-sibuknya mengerjakan tugas-tugas yang dikerjar deadline. Bisa dipastikan saat kamu sedang galau, waktu kamu hanya terbuang dengan sia-sia dengan perasaan kacau dan kalut.  Duh, menjadi mahasiswa emang gak mudah. Kamu dituntut untuk selalu bagus secara akademis, yang lagi-lagi IPK adalah tolak ukur kejeniusan kamu.
Secara budaya, mahasiswa dianggap sebagai seseorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi dibandingkan mereka yang tidak dapat mengenyam bangku perkuliahan. Tapi percaya tidak? Ternyata kegalauan kamu sebagai mahasiswa justru dapat meningkatkan potensi kamu sebagai agent of change.
1.      Sekarang udah bukan jamannya lagi bergenk-ria. Beranomalilah!
a : kamu kenapa gak pilih kelas yang sama dengan aku lagi?
b : ia sorry banget ya, soalnya kelasnya udah penuh!
Rasanya ribet banget kali ya, kalau harus jadi mahasiswa yang kemana-mana harus saling berkerumunan. Well, terkadang menjalin pertemanan itu baik. Namun, seorang mahasiswa harus mempunyai prinsip dalam hidupnya. Toh kamu juga bukan anak-anak yang harus bergandengan tangan ketika hendak ke sekolah kan? Beranomali-lah. Keluarlah dari zona aman kamu. Seorang mahasiswa harus berdiri sendiri. Temukan potensi yang ada dalam diri kamu.
2.      Kamu sudah puas dengan ­­segudang teori yang kamu pelajari? Galaulah..
“Untuk mengenal sebuah Negara, anda harus mempunyai kontak langsung dengan tanahnya. Sia-sia memandang dunia hanya dari balik kaca mobil.” (Albert Einsten).
Apakah kamu sudah merasa serba tahu mengenali bangsa kamu? Sudah merasa mampu menjawab semua permasalahan bangsa kamu dengan semua teori yang kamu pelajari semasa perkuliahan ? pikir lagi deh! Kalau kamu ingin tahu segala dinamika permasalahan bangsa ini, satu-satunya cara haruslah terjun langsung ke lapangan. Kamu tidak akan pernah tahu masalah isu-isu sosial, jika kamu hanya berkutat dengan teori tanpa aksi nyata.
3.      Jangan ngaku sebagai produk bangsa, kalau kamu belum bisa berkontribusi untuk daerahmu
Sebagai produk pendidikan Indonesia, kamu sebagai mahasiswa harus galau terhadap daerah kamu. Hindari tuh perasaan to know much tentang perspektif isu di daerah kamu, hanya dengan menerima apa yang ada di bangku perkuliahan saja. Secara, kalau kita gak kenal bangsa kita, kita gak akan pernah tahu intervensi yang tepat buat daerah kamu seperti apa.
So, buktikan cinta nasionalisme kamu dengan berkontribusi untuk daerah kamu. berikan new image terhadap wajah Aceh 10 tahun pasca tsunami, bahwa Pemuda Aceh bukan hanya bisa berperang, namun juga bisa belajar dan menginspirasi
4.      Temukan purpose value dalam diri kamu
Guys percaya deh, setiap orang pasti memiliki purpose value di dalam dirinya. Sebuah perasaan yang ada jauh di relung hati kamu untuk dapat memberikan makna dan bermanfaat bagi orang lain. Karena sejatinya kodrat kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang hidup bersama dengan orang lain. Kalau kamu mahasiswa, pasti udah mikirin tuh bakal kemana tujuan hidup kamu selanjutnya. Tentulah idealnya seorang mahasiswa selalu menjadi agen perubahan buat bangsa, keluarga dan tentulah diri kamu sendiri.
Tujuan hidup kamu juga beragam kok. Tenang aja! Pengabdian itu tidak selamanya harus di jalur pendidikan. Kamu dapat mengabdi dengan cara kamu. misalnya, kamu seorang mahasiswa kesehatan, kamu concern di bidang public speaking, atau bahkan kamu seorang seniman sekalipun. Intinya adalah, jadikan diri kamu agar bermanfaat bagi orang lain. Karena hidup adalah tentang terinspirasi dan menginspirasi.
5.      Menikmati masa muda bukan sekedar bersenang-senang. Tapi sesuatu yang lebih prinsipil
Masa-masa muda tentulah masa yang menyenangkan. “nikmati hidup kamu, selagi muda”!.  Itu yang sering diungkapkan banyak orang. Imbasnya prilaku hedonis membuat seorang mahasiswa melupakan perannya sebagai “maha” nya siswa. Padahal sebagai mahasiswa kamu berkewajiban membawa prinsip tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Layaknya seorang supir yang baik adalah orang yang harus tahu jalan. Tahu tujuan agar kita mau kemana kedepannya. Oleh karena itu visinya harus jelas, dan dibentuk dari usia muda ini.

Bagaimana? Mahasiswa, ayo menggalau !


Kamis, 05 Februari 2015

Cinta dalam seteguk kopi


Secangkir kopi pahit yang kau seduh
Mengingatkanku pada kerinduan bumi pertiwi
Mengguncangkan lara dengan dentuman lirih sanubari
Lalu, apa yang telah aku beri?
Saat tanah meninggalkan jejak pada sudut yang terpatri
Seperti kota mati.
Lalu sekali lagi kuteguk kopi terakhir
Yang menghangatkan raga, yang tak berdaya.
Yang menitipkan salam cinta, bagi tanah sang putra.


Kamis, 29 Januari 2015

A Wish For A Hope

A WISH FOR A HOPE



 “Aku ingin jadi besar. Aku ingin jadi orang.”—Jasmine, 7 tahun *SD
Setiap manusia pastilah memiliki harapan dalam hidupnya. Sebuah pengharapan yang nantinya akan menjadi landasan motivasi, untuk kita dapat melangkah kedepan. Harapan, ya semua insan yang bernyawa tentulah memiliki harapan dan impian dalam hidup mereka. Tua, muda,kaya, miskin, sakit,  tentu bukanlah sebuah halangan untuk kita menggantungkan sebuah harapan setinggi mungkin.
Harapan ialah sebuah proyeksi asa yang bernilai positif, bagi setiap insan yang bernyawa untuk dapat menyusun strategi dalam mencapai tujuan. Untuk mencapai ‘rasa’ pada sebuah harapan tentulah harus disertai dengan rasa optimisme untuk terus bergerak mencapai sebuah harapan yang kelak menjadi nyata. Setiap insan di dunia ini  berhak memiliki  mimpi dan harapan dalam hidupnya, sekalipun ia adalah seorang penyandang disabilitas.
Penyandang disabilitas adalah istilah dari penyandang cacat, atau seseorang yang memiliki kebutuhan khusus. Kata disabilitas sendiri diserap dari bahasa inggris disability yang jika dijabarkan maka disabilitas merupakan kondisi di mana seseorang memiliki keterbatasan atau ketidaksempurnaan secara fisik, mental, ataupun gabungan dari keduanya. Satu dari jenis disabilitas itu adalah penyandang retardasi mental.
Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensi yang kurang, sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Retardasi mental ditandai dengan fungsi intelektual yang secara signifikan berada pada garis dibawah rata – rata, yang disertai dengan dengan adanya berbagai deficit dalam fungsi adaptif, seperti mengurus diri sendiri dalam aktivitas sehari – hari yang mucul sebelum usia 18 belas tahun. Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. Retardasi mental disebut juga oligofrenia ( oligo = kurang atau sedikit, dan fren = jiwa) atau tuna mental.
Sering orang memberikan stigma negatif terhadap saudara – saudara  kita yang mengalami retardasi mental diluar sana. Kecenderungan orang yang memiliki ‘perbedaan’ dengan kita dianggap sebagai orang yang lemah, yang tidak melakukan apa – apa. Itu salah! Namun pada dasarnya meskipun pada fisik maupun mental terdapat perbedaan, tetapi mereka mempunyai kapabilitas yang sama seperti kita apabila diberi kesempatan. Mereka yang memiliki reterdasi mental memang memiliki kekurangan pada perkembangan otak kirinya, namun otak kanannya masih berfungsi dengan cukup baik. Hanya saja diperlukan peran keluarga dan lingkungan di sekelilingnya untuk terus membantu, mengarahkan potensi dan kemampuan mereka, dan mengembalikan rasa percaya diri mereka sehingga membuat mereka dapat hidup mandiri. Menjadi diri sendiri.
Satu dari kisah inspiratif para saudara kita penyandang disabilitas yang mampu meraih mimpi dan harapannya adalah Laura Potter yang berperan sebagai Becky Jeckson di film Glee. Sebuah film Amerika yang mengusung drama musikal ini sukses dan sangat terkenal baik di lokal maupun internasional. Becky Jackson adalah seorang ketua tim pemandu cheer leader yang memiliki keterbelakangan mental. Laura Elizabeth Potter adalah nama lengkap gadis yang mempunyai reterdasi mental yang lahir pada 10 Mei 1990. Ia tumbuh besar di Inland Empire, California. Laura menyelesaikan sekolah menengah nya di Riverside Polytechnic High School di Riverside, California. Dan setelah itu ia merampungkan studi sarjana nya di Irvine Valley College di Irvane, California. Pada tahun 2011 Presiden Obama pun mengangkat Laura sebagai Penasehat bagi Komite Penanganan Orang Cacat Mental di Gedung Putih Amerika.
Melihat sosok Laura Potter yang sukses menjadi aktris Hollywood, mengingatkan penulis kepada sahabat kecil saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Namanya Ira ( nama samaran) ia adalah anak down syndrome yang memiliki ‘perbedaan’ dari kami teman satu kelasnya. Ira adalah sosok anak kecil yang pada saat itu memiliki kemampuan untuk menangkap pelajaran di bawah rata – rata dan membuat Ira sulit untuk berkomunikasi dengan lancar seperti anak pada umumnya. Namun satu hal yang penulis ketahui pada saat itu, meskipun ia berbeda dengan kami, Ira adalah anak yang sangat menyenangkan. Ia sangat riang, dan selalu tersenyum kepada semua orang, dan memiliki hati yang tulus, meski tak jarang anak – anak dari kelas lain sering mencelanya. Kami selalu memperlakukan Ira selayaknya teman seperti yang lain, bermain bersama, dan selalu mengajak Ira di setiap aktivitas yang selalu kami lakukan setiap harinya di waktu sekolah. Satu hal yang harus diketahui adalah Tuhan tidak pernah menciptakan makhluknya hanya menjadi beban bagi mahkluk lain. Tidak berguna.
Tidak.
Tidak ada manusia yang diciptakan tidak berguna di muka bumi ini.  Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan keadaan yang sangat sempurna. Mungkin sebagian besar orang mengatakan bahwa reterdasi mental itu adalah sebuah penyakit. Salah. Reterdasi mental bukanlah suatu penyakit, walaupun reterdasi mental merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Reterdasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya. Dan secara litelar, anak yang memiliki reterdasi mental memiliki tiga buah, bahkan sepasang kromosom 21. Yang dimana pada suatu kondisi hal ini telah membuktikan bahwa anak down syndrome bukan kekurangan, melainkan berlebih.
Lantas atas dasar apa kita sering mendiskriminasikan mereka yang mempunyai ‘kelebihan’ ini di kehidupan sehari – hari kita. Setiap orang berhak mempunyai mimpi. Anda, saya, dan mereka yang memiliki kebutuhan khusus tanpa terkecuali,. Semua bisa dan berhak memiliki mimpi, Dan bahagia. Keterbatasan bukanlah pembatas seseorang untuk dapat meraih mimpi nya. Bukankah telah banyak kisah inspiratif dari mereka yang dapat kita pelajari sebagai bahan renungan kita. ‘A wish for a hope’ adalah sebuah kata yang sederhana yang mengandung makna bahwa sesuatu harapan yang sangat sulit terwujud sekalipun, namun bila kita terus berusaha dan berdoa, harapan itu akan tetap diharapkan menjadi sebuah harapan yang mungkin akan terwujud suatu saat nanti. Reterdasi mental adalah gejala permanen pada seseorang yang tidak bisa ditolak. Namun bukan berarti mimpi dan harapan menjadi penghalang untuk terus bekarya. Tidak ada yang tidak mungkin apabila kita mau berusaha.
Memiliki anggota keluarga yang memiliki reterdasi mental bukanlah suatu hal yang mudah. Sebagian keluarga menganggap hadirnya anak yang memiliki reterdasi mental di tengah – tengah kehidupan mereka hanya akan menimbulkan masalah, terutama bagi kedua orangtuanya. Karena mereka pasti akan membutuhkan perlakuan yang khusus dan ekstra. Ada beberapa latihan dan pendidikan anak dengan reterdasi mental secara umum ialah; mempergunakan dan mengembangkan sebaik – baik kapasitas yang ada pada anak, memperbaiki sifat – sifat yang salah atau anti sosial, dan mengajarkan suatu keahlian ( skill ) agar anak dapat hidup mandiri, dan mencari nafkah kelak suatu saat nanti.
‘Aku ingin besar, aku ingin jadi orang’ adalah sebuah ungkapan dari anak 7 tahun yang memiliki reterdasi mental akan suatu harapan kelak ia menjadi dewasa. Sebuah pengharapan sederhana namun sangat bermakna. Banyak sekali para anak yang memiliki reterdasi mental di luar sana, walaupun mereka bukanlah seorang Laura Potter sang aktris terkenal Hollywood, atau bahkan bukan Ira sahabat penulis yang penuh dengan ketegaran hatinya, namun setidaknya mereka bisa mandiri. Menjadi diri sendiri yang memiliki kepercayaan diri yang sama dengan yang lainnya. Percayalah saat kamu berhenti untuk bermimpi, maka orang lain tidak akan pernah memandang kamu. Dan selamanya kamu tidak akan pernah percaya diri. Tenang. Karena kamu mempunyai perbedaan dengan orang kebanyakan, maka Tuhan pasti akan lebih menyanyangi kamu. Para penyandang disabilitas adalah bukti nyata makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna dalam bentuk yang berbeda. Mereka adalah guru kiriman-NYA agar kita dapat lebih empati terhadap sesama manusia, dan mereka khususnya yang sering kita marjinalkan keberadaannya.
Dan setiap tanggal 3 Desember adalah sebuah momen untuk kita agar dapat memberikan apresiasi bagi mereka, saudara kita para disabilitas. Kita belajar banyak dari saudara kita penyandang disabilitas untuk saling menghargai dan bersikap empati terhadap sesama.
kamu..dan mereka mempunyai harapan yang sama. Jangan sebut mereka idiot.!



Selasa, 20 Januari 2015

mimpi besar menjadi seorang banker


sejak kecil, aku tidak tahu mau jadi apa, namun aku selalu tahu ingin seperti siapa .

bekerja di bank merupakan mimpi terbesar yang ada dalam hidupku. sejak kecil sampai sekarang, aku selalu tahu apa yang aku mau, dan apa yang aku impikan. dan 'banker' adalah mimpi yang aku letakkan di tempat yang teratas dan istimewa sebagai mimpi besarku.

sejak kecil, aku selalu didoktrin oleh kakek ku yang merupakan seorang mantan banker di salah satu bank yang ada di medan dulunya. beliau selalu menceritakan kepadaku mengenai banking dan pekerjaan yang sangat ia cintai dulu. oleh sebab itu, aku yang saat itu masih kecil, secara alam bawah sadar, menjadi sangat excited tentang dunia perbankan.
"aku ingin seperti kakek" !
ucapakan yang selalu keluar dari mulutku, tiap kali ditanya mengenai cita-cita.
hingga akhinya aku yang sekarang sudah beranjak dewasa, dan saat ini sudah memasuki semester 6 di bangku kuliahan, impian itu kian menggebu dan menjadi saja.
hingga sekarang, aku sudah mempunyai beberapa teman yang telah bekerja di beberapa bank dengan berbagai posisi yang mereka geluti.
aku mempunyai kebiasaan meneror mereka :D untuk mendapatkan info ataupun sekedar untuk sharing pengalaman mereka seputar perbankan.
karena aku selalu percaya bahwa untuk bisa sukses salah satu caranya kita harus dikelilingi oleh orang-orang yang sukses yang mempunyai goal oriented seperti kita, sehingga kita bisa termotivasi untuk lebih maju seperti mereka. dan aku juga tidak pernah malu untuk bertanya apa, kenapa dan bagaimana kepada teman-teman ku yang sudah 'kecemplung' di dunia banking ini. karena rasa curious itu bagiku sangat perlu, selagi itu masih pada tingkat kewajaran.
hingga, semakin hari, aku terus berditerminasi, dan aku telah menetapkan untuk memilih bank bri sebagai 'jawaban' atas mimpiku selama ini.
kenapa bank bri? alasan nya sederhana, bank ini merupakan bank pertama yang telah ada sejak 119 tahun yang lalu, yang tentunya telah mendapat penghargaan dan track record yang sangat 'menjual' , dan telah banyak orang-orang hebat di dalamnya. namun secara pribadi, saya termotivasi dari seorang teman, seorang yang telah aku anggap abang sendiri, dia sekarang bekerja di bank bri sebagai mantri di salah satu unit cabang di banda aceh.
Dan posisi Program Pengembangan Staf (PPS) adalah posisi yang aku inginkan yang telah aku masukkan ke dalam goal list in my life.
*****
ambisi itu sangat diperlukan dalam hidup, dan aku adalah orang yang berambisi, dan percaya dengan mimpi.
meskipun sekarang ini aku masih duduk di semester 6, namun diterminasi ini akan terus berlanjut.aku tahu untuk bisa masuk dan bekerja di bank BRI tentulah tidak mudah.  aku akan terus 'mendownload' diri ku, agar bagaimana cara seorang dony prasetyo bisa masuk dan keterima di PPS bank BRI.


*CERITA INI ADALAH MIMPI YANG KUTUNGKAN DALAM BENTUK TULISAN. BUAT KAMU (?) YANG TIDAK PERCAYA DAN MENGANGGAP AKU MASIH SEKEDAR 'CITA-CITA' ANAK KECIL. DARI KECIL HINGGA SEKARANG, AKU TAHU APA YANG AKU MAU, DAN AKU TERUS KONSISTEN DALAM 1 MIMPI KU. DAN SELAMA ITU PULA LAH, AKU TIDAK TAHU LAGI ITU APA NAMANYA, KALAU BUKAN 'PASSION'.
SEMOGA AKU BISA MEMBUKTIKAN KEPADA DIRIKU, MEREKA, DAN KAMU.

BISMILLAH.


Jumat, 16 Januari 2015

(esai) increasing the youth acehnese

When it had come in our mind about redefining a value, it means there is something "wrong" should we need to improve. If we talk about education, the author thinks, firstly we have to define the concept of idealist education. education is a necessity for every individual. Education itself can be interpreted as a method to develop the skills, habits and attitudes of obstruction that might be expected to make a person become a better human being. If we look at  of the concept, the question arises what is wrong with education in Indonesia to re-define needs?
An education can make people become better. It is become a paradox, because in fact there are so many negative acts that they have done, educated people . However, the author  thinks that I dont need become too serious to tell in detail about the 'story' of the bad educated people, quite reminding  that the reader should be back to read newspapers, and Tv news about what they have done to this country.
Indonesia has 34 provinces that have a million stories about the problems of education. But here I would like to invite all of us as youth people of Aceh, to discuss the fate of education in the city called tanah rencong. To define the concept of education in one area needs to contemplation firstly, to reflect of what is actually required by the existing education in Aceh, because the authors believe that the problems that occur in A city is not necessarily be a problem in city B.
Firstly, to stimulated the reader if there is something wrong about the concept of education in Aceh, we can see examples of cases that we always see every day. "Aceh like city never sleep". That is the expression for the reality of what happen today. Coffee shop culture that hit in Aceh increasingly bad for the city that called as the Islamic Shari'a.  The youth of  Aceh is only spent their whole days in a coffee shop while playing gadgets that sometimes much damage morale and bad for the youth generation. Because they just spend their days in a coffee shop and forget their worship and leave activities more useful.
Secondly, drug cases and immoral dominate criminal cases that occurred in Aceh in recent years. within nine months, from January to September 2014, 600 cases of drugs already conveyed to the court, and had at least 100 cases were cases immoral teenagers in the same period.
With the authors describe two cases may be enough to convince the reader that there are actually things that need to be repaired from education in Aceh is an Islamic character education. Many are thought to be the educated person just needs to improve the quality of academic education, but it should be emphasized that the educational character as 'value' to redefine education in Aceh.
Why does the author focused on the development of character? the fact is many leaders in our country who have bad characters. Could this moral degradation will continue to be maintained? Unfortunately the author and perhaps the younger generation in Aceh won’t agree, and hope for changes.
When someone has a good character, he would automatically have a good life skill capabilities anyway. Life skills are life skills possessed by each individual towards a positive impact. Inside there are some skills Life skills possessed a teenager. The first is a physical skill, when a teenager has the physical skills he will govern how it is time to exercise, when he is studying, and time to rest. The second is emotional skills, when a teenager has an emotional skills he can set his emotional, can live in a society with good, and can arrange a time for worship.
I believe that the form of moral education and character formation for the people of Aceh trick range by adding religious subjects in all schools, requires every citizen to participate in a weekly study in the mosque, or requires each parent to facilitate their children to study religion as early as possible.
Never too late to change. If you want to believe and you want to prove to yourself, nothing is impossible
TRANSLATE
Ketika sempat terbesit di benak kita mengenai mendefinisikan kembali sebuah nilai, itu artinya adalah memang ada sesuatu yang “salah” yang harus perlu kita perbaiki. Jika kita berbicara mengenai edukasi, penulis rasa terlebih dahulu kita harus mendefinisikan konsep pendidikan yang idealis, well, pendidikan adalah sebuah kebutuhan bagi setiap individu. Pendidikan itu sendiri dapat diartikan sebagai suatu metode untuk mengembangkan keterampilan, kebiasaan, dan sebah sikap yang nantinya diharapkan dapat membuat seseorang menjadi manusia yang lebih baik. Jika kita berkaca dari konsep tersebut, timbul pertanyaan apa yang salah dengan pendidikan di indonesia sehingga perlu di definisikan ulang ?
Dengan pendidikan dapat menjadikan pribadi manusia menjadi lebih baik. Hal ini menjadi paradoks mengingat sudah terlalu banyak tindakan negatif yang tidak semestinya dilakukan mereka, orang terdidik. Namun penulis kira, penulis tidak perlu terlalu serius menceritakan secara detail mengenai ‘kisah’ parah sang terdidik, cukup mengingatkan saja agar  pembaca kembali membaca surat kabar, media cetak, maupun berita online tentang apa yang telah kita perbuat terhadap negeri ini.
Indonesia yang memiliki 34 provinsi di dalamnya, mempunyai sejuta cerita mengenai permasalahan tentang pendidikan. Namun disini penulis ingin mengajak kita semua sebagai generasi muda aceh, untuk membahas nasib pendidikan di tanah rencong, aceh lon sayang. Untuk mendefinisikan konsep pendidikan di suatu daerah pastinya membutuhkan kontemplasi terlebih dahulu, membutuhkan perenungan terhadap apa yang sebenarnya yang dibutuhkan oleh pendidikan yang ada di aceh, karena penulis percaya bahwa permasalahan yang terjadi di kota A belum tentu menjadi sebuah masalah di kota B
Pertama, untuk menstimulan pembaca bahwa ada sesuatu konsep yang salah mengenai pendidikan di aceh adalah kita bisa melihat contoh kasus yang sering kita lihat sekarang ini. “Aceh like city never sleep”. Itulah ungkapan buat realitas yang terjadi saat ini. Budaya warung kopi yang melanda di Aceh kian berdampak buruk saja dalam citra Aceh sebagai kota syariat islam . Para remaja Aceh kini hanya menghabiskan waktu nya sepanjang hari di warung kopi sambil bermain gadget yang terkadang banyak merusak moral para dan berdampak buruk bagi generasi muda. Karena Mereka hanya menghabiskan waktu seharian penuh di warung kopi dan melupakan ibadah serta meninggalkan kegiatan-kegiatan yang lebih bermamfaat.
Kedua, Kasus narkoba dan asusila mendominasi kasus-kasus kejahatan yang terjadi di Aceh dalam beberapa tahun terakhir. dalam kurun sembilan bulan, yakni Januari-September 2014, sudah 600 kasus narkoba dilimpahkan ke pengadilan, dan sedikitnya sudah 100 kasus adalah kasus asusila yang dilakukan para remaja dalam periode yang sama.
Dengan dua kasus yang penulis jabarkan mungkin sudah cukup meyakinkan pembaca bahwa sebenarnya memang ada hal yang perlu diperbaiki dari pendidikan di aceh yaitu pendidikan karakter secara islami. Banyak yang mengira untuk menjadi orang terdidik itu hanya perlu meningkatkan kualitas pendidikan secara akamedis, namun perlu dipertegas bahwa pendidikan karakter sebagai ‘nilai’ untuk mendefinisiakan ulang pendidikan di aceh.
Mengapa penulis lebih menfokuskan kepada pengembangan karakter ? faktanya adalah banyak para pemimpin di negara kita yang memiliki karakter yang belum baik. Mungkinkah degredasi moral ini akan terus dipertahankan? Sayangnya penulis dan mungkin para generasi muda di aceh akan tidak setuju, dan berharap adanya suatu perubahan.
Ketika seseorang memiliki karakter yang baik, otomatis ia akan mempunyai kemampuan life skill yang bagus pula. Life skill adalah kecakapan hidup yang dimiliki setiap individu menuju dampak  positif . Di dalam Life skill ada beberapa keterampilan yang dimiliki seorang remaja.  Yang pertama  adalah keterampilan fisik, ketika seorang  remaja memiliki keterampilan  fisik maka ia akan mengatur bagaimana ia saatnya berolahraga, waktu ia belajar, dan waktu beristirahat. Yang kedua adalah keterampilan emosional, ketika seorang remaja memiliki  keterampilan emosional dia dapat mengatur emosionalnya, dapat hidup bermasyarakat dengan baik , dan dapat mengatur waktu untuk beribadah.
Saya percaya bahwa membentuk pendidikan moral dan pembentukan karakter  bagi masyarakat Aceh Caranya beragam, mulai dengan menambah mata pelajaran agama di semua sekolah, mewajibkan setiap warga untuk mengikuti kajian mingguan di mesjid, ataupun mewajibkan setiap orang tua untuk menfasilitasi anak mereka untuk belajar agama sedini mungkin.
Tidak ada kata terlambat dalam mengikat hikmah. If you wanna believe and you wanna prove to yourself, nothing is impossible

Writen : Dony Prasetyo

Karena Aku Ingat Kamu...

                                                           
“Kamu percaya takdir”??
“aku percaya…!”
Pernah gak kamu merasakan cinta yang teramat dalam untuk seseorang yang kamu cintai?  Pernahkah kamu mencintai seseorang yang bisa membuat hari-harimu lebih berwarna, hari-harimu lebih bermakna? Dan pernahkah kamu kehilangan seseorang yang sangat kamu cintai sepenuh hati kamu?
Banyak orang mendefinisikan arti cinta dalam versi mereka masing-masing. Orang yang patah hati, yang kecewa karena cinta, mungkin akan mendefinisikan cinta dari apa yang telah mereka rasakan. Menyakitkan…tragis!!. Tapi jika dengan kehadiran cinta justru bisa membuat hidup mereka berwarna, mereka akan mendefinisikan cinta sebagai suatu hal yang hakiki, sesuatu hal yang indah, yang semua harus merasakan cinta. Aku sendiri juga punya definisi cinta dari apa yang telah aku rasakan sebelumnya. Dan itu semua kudapatkan setelah aku mengenal seseorang perempuan bernama Filda.
Sebuah takdir mempertemukan kami berdua di sebuah acara peringatan 6 tahun tsunami di Ulhe Lhee. Saat acara itu sedang berlangsung, ada satu cewek yang sangat menyita perhatianku. Seorang cewek SMP berparas manis itu duduk tidak jauh dariku. Terus-terusan kupandang wajahnya, sampai akhirnya tiba-tiba dia tersenyum kepadaku. Langsung saja aku panik, dan mengalihkan pandanganku. Aku pun langsung salah tingkah dibuatnya.
Sepulangnya dari acara itu, aku masih saja kepikiran sama cewek SMP tadi, ingin sekali rasanya bertemu dengan dia, dan berkenalan dengannya. “Ah.. semoga saja suatu hari nanti aku bisa bertemu kembali dengannya” batin ku.
Sambil menunggu waktu adzan maghrib aku pun iseng membuka akun facebook yang sudah lama tidak pernah ku buka. Ada satu pesan dinding dari Filda Riana Ficand
Yo,, tadi sombong banget kamu! Tadi di ulhe lhee kenapa gak nyapa aku ?
Aku membacanya keheranan. “Filda.. Filda siapa ya? ” ucapku dalam hati. Lalu kubuka saja beranda facebook miliknya. Sungguh aku sangat kaget, ternyata Filda ini adalah cewek  manis yang aku lihat di acara siang tadi. Dan aneh nya lagi ternyata kami sudah berteman di facebook sejak lama.
Aku : ini filda yang tadi duduk di samping aku tadi ya ? eh hehe sorry fie, aku tadi gak tanda sama kamu.
Filda : jahat ni .. yaudah kalau entar ketemu aku lagi, harus ingat tu muka aku kayak gimana ya . :D
Obrolan kami pun terus berlanjut, ternyata si Filda ini anaknya sangat asik, manja, dan sangat ramah, pokoknya tipe cewek yang menyenangkan lah. Hingga akhirnya dia pamit untuk off. Dan dia pun memberikanku nomor hp nya . what a lucky day, sir!!!
Hari demi hari berganti, hubunganku dengan Filda pun semakin dekat. Kami jadi lebih sering sms-an, dan kadang-kadang kami juga sering ngobrol lewat telepon. Kami juga punya banyak kesamaaan, mulai dari nomor provider yang sama, hobi yang sama, lagu kesukaan yang sama, bahkan selera humor kami juga sama. Hingga aku berada pada sebuah perasaan lebih dari teman. Ya, aku akhinya jatuh cinta dengan si Filda.
Dan di tanggal 9 oktober 2010, aku dan Filda sepakat untuk berpacaran.                                                       ****
kamu percaya takdir Fie??
Aku percaya yo.. buktinya dulu kita gak sengaja ketemu kan di Ulhe Lhee. Trus kita jadi dekat, terus pacaran deh…  ”jawab Filda
Aku ingat percakapan kita waktu itu Fie.. aku ingat semua tentang kamu. Kamu yang selalu percaya kalau kita emang ditakdirkan untuk bersama. Aku ingat .
Segalanya tentang kamu masih tersimpan jelas di ingatanku.
Aku ingat kamu yang sangat menyukai warna ungu. Aku ingat kamu yang selalu ngambek tiap kali aku panggil kamu tembem. Aku ingat kamu selalu yang manggil aku si bawel. Aku ingat air mata yang jatuh pertama kali waktu kita lagi berantem. Aku ingat waktu aku melingkarkan kalung di leher kamu. Aku ingat kamu yang selalu nyanyikan aku lagu-lagu cinta tiap malam lewat telepon. Aku ingat saat kita pernah memakai baju yang sama padahal kita tidak pernah merencanakan sebelumnya. Aku ingat saat aku mengecup kening kamu lembut, aku ingat kamu yang selalu suka saat aku mengelus rambut kamu. Tapi aku juga ingat saat sebuah kata itu terucap dari bibir mungil  kamu. PUTUS.
Ya .. tepat saat 6 bulan hari jadi pacaran kita. Kamu  putuskan untuk memutuskanku.  haha.. betapa ambigu nya pemakaian kata itu. tapi sayangnya aku gak mungkin tertawa diatas penderitaanku sendiri. Ya Filda memutuskanku karena kami sudah tidak cocok lagi. Kami putus karena ke egoan kami masing-masing. Bukan tidak berusaha untuk diperbaiki, bukan. Kami sudah berupaya untuk memperbaiki hubungan ini. Kami sudah pernah putus nyambung sampai 2 kali.
Setelah putus dari Filda, hidupku jadi berantakan. Aku jadi lebih sering emosi. Hidupku hampa.
Kata penyair cinta , cinta itu adalah sesuatu yang abadi??? Omong kosong!!!!
Mana???  Dimana cinta itu? Kenpa dia tidak bisa menyelamatkan cinta kami berdua?
Aku benci sekaligus aku cinta akan cinta itu sendiri.
Hingga sampai suatu ketika aku mencoba move on. Aku pun berada di suatu titik untuk mencoba ikhlas dengan semua ini.
Aku pun berada disuatu pemikiran bahwa cinta itu sama saja seperti sebuah bunga. Sebagus apapun kita merawatnya, baik itu diberi pupuk, suhu yang pas, sinar matahari yang pas. dia bisa saja berbunga , mekar dengan indanya. Tapi suatu saat nanti pasti dia akan mati. Akan layu. Tidak perduli sebesar apapun usaha kita merawatnya. Waktu. Ya, bunga yang mekar dengan indahnya itu Cuma tunggu waktu aja , sampai dia menjadi layu suatu hari nanti. Sekarang aku pun sadar bahwa gak ada cinta yang abadi kecuali cinta kita kepada Allah. Semuanya pasti akan hilang suatu hari nanti. Kita hanya perlu menunggu nya saja.

Aku ingat kita berdua sangat mempercayai takdir. Mungkin inilah takdir kita. Takdir yang mempertemukan kita. Dan takdir jugalah yang memisahkan kita. SELAMANYA…