“Kamu
percaya takdir”??
“aku
percaya…!”
Pernah gak kamu merasakan
cinta yang teramat dalam untuk seseorang yang kamu cintai? Pernahkah kamu mencintai seseorang yang bisa
membuat hari-harimu lebih berwarna, hari-harimu lebih bermakna? Dan pernahkah
kamu kehilangan seseorang yang sangat kamu cintai sepenuh hati kamu?
Banyak orang mendefinisikan
arti cinta dalam versi mereka masing-masing. Orang yang patah hati, yang kecewa
karena cinta, mungkin akan mendefinisikan cinta dari apa yang telah mereka
rasakan. Menyakitkan…tragis!!. Tapi jika dengan kehadiran cinta justru bisa
membuat hidup mereka berwarna, mereka akan mendefinisikan cinta sebagai suatu
hal yang hakiki, sesuatu hal yang indah, yang semua harus merasakan
cinta. Aku sendiri juga punya definisi cinta dari apa yang telah aku rasakan
sebelumnya. Dan itu semua kudapatkan setelah aku mengenal seseorang perempuan
bernama Filda.
Sebuah takdir mempertemukan
kami berdua di sebuah acara peringatan 6 tahun tsunami di Ulhe Lhee. Saat acara
itu sedang berlangsung, ada satu cewek yang sangat menyita perhatianku. Seorang
cewek SMP berparas manis itu duduk tidak jauh dariku. Terus-terusan kupandang
wajahnya, sampai akhirnya tiba-tiba dia tersenyum kepadaku. Langsung saja aku
panik, dan mengalihkan pandanganku. Aku pun langsung salah tingkah dibuatnya.
Sepulangnya dari acara itu,
aku masih saja kepikiran sama cewek SMP tadi, ingin sekali rasanya bertemu
dengan dia, dan berkenalan dengannya. “Ah..
semoga saja suatu hari nanti aku bisa bertemu kembali dengannya” batin ku.
Sambil menunggu waktu adzan
maghrib aku pun iseng membuka akun facebook
yang sudah lama tidak pernah ku buka. Ada satu pesan dinding dari Filda Riana
Ficand
Yo,,
tadi sombong banget kamu! Tadi di ulhe lhee kenapa gak nyapa aku ?
Aku membacanya keheranan. “Filda.. Filda siapa ya? ” ucapku dalam
hati. Lalu kubuka saja beranda facebook
miliknya. Sungguh aku sangat kaget, ternyata Filda ini adalah cewek manis yang aku lihat di acara siang tadi. Dan
aneh nya lagi ternyata kami sudah berteman di facebook sejak lama.
Aku
: ini filda yang tadi duduk di samping aku tadi ya ? eh hehe sorry fie, aku
tadi gak tanda sama kamu.
Filda
: jahat ni .. yaudah kalau entar ketemu aku lagi, harus ingat tu muka aku kayak
gimana ya . :D
Obrolan kami pun terus
berlanjut, ternyata si Filda ini anaknya sangat asik, manja, dan sangat ramah,
pokoknya tipe cewek yang menyenangkan lah. Hingga akhirnya dia pamit untuk off. Dan dia pun memberikanku nomor hp
nya . what a lucky day, sir!!!
Hari demi hari berganti,
hubunganku dengan Filda pun semakin dekat. Kami jadi lebih sering sms-an, dan kadang-kadang kami juga
sering ngobrol lewat telepon. Kami juga punya banyak kesamaaan, mulai dari
nomor provider yang sama, hobi yang
sama, lagu kesukaan yang sama, bahkan selera humor kami juga sama. Hingga aku
berada pada sebuah perasaan lebih dari teman. Ya, aku akhinya jatuh cinta
dengan si Filda.
Dan di tanggal 9 oktober
2010, aku dan Filda sepakat untuk berpacaran. ****
kamu
percaya takdir Fie??
Aku
percaya yo.. buktinya dulu kita gak sengaja ketemu kan di Ulhe Lhee. Trus kita
jadi dekat, terus pacaran deh… ”jawab
Filda
Aku ingat percakapan kita
waktu itu Fie.. aku ingat semua tentang kamu. Kamu yang selalu percaya kalau
kita emang ditakdirkan untuk bersama. Aku ingat .
Segalanya tentang kamu masih
tersimpan jelas di ingatanku.
Aku ingat kamu yang sangat
menyukai warna ungu. Aku ingat kamu yang selalu ngambek tiap kali aku panggil
kamu tembem. Aku ingat kamu selalu yang manggil aku si bawel. Aku ingat air
mata yang jatuh pertama kali waktu kita lagi berantem. Aku ingat waktu aku
melingkarkan kalung di leher kamu. Aku ingat kamu yang selalu nyanyikan aku
lagu-lagu cinta tiap malam lewat telepon. Aku ingat saat kita pernah memakai
baju yang sama padahal kita tidak pernah merencanakan sebelumnya. Aku ingat
saat aku mengecup kening kamu lembut, aku ingat kamu yang selalu suka saat aku
mengelus rambut kamu. Tapi aku juga ingat saat sebuah kata itu terucap dari
bibir mungil kamu. PUTUS.
Ya .. tepat saat 6 bulan
hari jadi pacaran kita. Kamu putuskan
untuk memutuskanku. haha.. betapa ambigu
nya pemakaian kata itu. tapi sayangnya aku gak mungkin tertawa diatas
penderitaanku sendiri. Ya Filda memutuskanku karena kami sudah tidak cocok
lagi. Kami putus karena ke egoan kami masing-masing. Bukan tidak berusaha untuk
diperbaiki, bukan. Kami sudah berupaya untuk memperbaiki hubungan ini. Kami
sudah pernah putus nyambung sampai 2 kali.
Setelah putus dari Filda,
hidupku jadi berantakan. Aku jadi lebih sering emosi. Hidupku hampa.
Kata penyair cinta , cinta
itu adalah sesuatu yang abadi??? Omong kosong!!!!
Mana??? Dimana cinta itu? Kenpa dia tidak bisa
menyelamatkan cinta kami berdua?
Aku benci sekaligus aku
cinta akan cinta itu sendiri.
Hingga sampai suatu ketika
aku mencoba move on. Aku pun berada di suatu titik untuk mencoba ikhlas dengan
semua ini.
Aku pun berada disuatu
pemikiran bahwa cinta itu sama saja seperti sebuah bunga. Sebagus apapun kita
merawatnya, baik itu diberi pupuk, suhu yang pas, sinar matahari yang pas. dia bisa
saja berbunga
, mekar dengan indanya. Tapi suatu saat nanti pasti dia akan mati. Akan layu.
Tidak perduli sebesar apapun usaha kita merawatnya. Waktu. Ya, bunga yang mekar
dengan indahnya itu Cuma tunggu waktu aja , sampai dia menjadi layu suatu
hari nanti. Sekarang aku pun sadar bahwa gak ada cinta yang abadi kecuali cinta
kita kepada Allah. Semuanya pasti akan hilang suatu hari nanti. Kita hanya
perlu menunggu nya saja.
Aku ingat kita berdua sangat
mempercayai takdir. Mungkin inilah takdir kita. Takdir yang mempertemukan kita.
Dan takdir jugalah yang memisahkan kita. SELAMANYA…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar