Cinta dalam seteguk
kopi
Secangkir
kopi pahit yang kau seduh
Mengingatkanku
pada kerinduan bumi pertiwi
Mengguncangkan
lara dengan dentuman lirih sanubari
Lalu,
apa yang telah aku beri?
Saat
tanah meninggalkan jejak pada sudut yang terpatri
Seperti
kota mati.
Lalu
sekali lagi kuteguk kopi terakhir
Yang
menghangatkan raga, yang tak berdaya.
Yang
menitipkan salam cinta, bagi tanah sang putra.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar