Menjadi
Mahasiswa Galau, Banyak Manfaatnya. Baca ini..!
Pernahkah kamu galau? Rasanya kata ini sangat
tidak dianjurkan bagi kamu seorang mahasiswa yang lagi sibuk-sibuknya mengerjakan
tugas-tugas yang dikerjar deadline.
Bisa dipastikan saat kamu sedang galau, waktu kamu hanya terbuang dengan
sia-sia dengan perasaan kacau dan kalut. Duh, menjadi
mahasiswa emang gak mudah. Kamu dituntut untuk selalu bagus secara akademis,
yang lagi-lagi IPK adalah tolak ukur kejeniusan kamu.
Secara budaya, mahasiswa dianggap sebagai seseorang
yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi dibandingkan mereka yang
tidak dapat mengenyam bangku perkuliahan. Tapi percaya tidak? Ternyata
kegalauan kamu sebagai mahasiswa justru dapat meningkatkan potensi kamu sebagai
agent of change.
1. Sekarang
udah bukan jamannya lagi bergenk-ria. Beranomalilah!
a :
kamu kenapa gak pilih kelas yang sama dengan aku lagi?
b : ia
sorry banget ya, soalnya kelasnya udah penuh!
Rasanya ribet banget kali ya, kalau harus jadi
mahasiswa yang kemana-mana harus saling berkerumunan. Well, terkadang menjalin pertemanan itu baik. Namun, seorang
mahasiswa harus mempunyai prinsip dalam hidupnya. Toh kamu juga bukan anak-anak yang harus bergandengan tangan ketika
hendak ke sekolah kan? Beranomali-lah.
Keluarlah dari zona aman kamu. Seorang mahasiswa harus berdiri sendiri. Temukan
potensi yang ada dalam diri kamu.
2. Kamu
sudah puas dengan segudang teori
yang kamu pelajari? Galaulah..
“Untuk mengenal sebuah
Negara, anda harus mempunyai kontak langsung dengan tanahnya. Sia-sia memandang
dunia hanya dari balik kaca mobil.” (Albert Einsten).
Apakah
kamu sudah merasa serba tahu mengenali bangsa kamu? Sudah merasa mampu menjawab
semua permasalahan bangsa kamu dengan semua teori yang kamu pelajari semasa
perkuliahan ? pikir lagi deh! Kalau kamu ingin tahu segala dinamika
permasalahan bangsa ini, satu-satunya cara haruslah terjun langsung ke
lapangan. Kamu tidak akan pernah tahu masalah isu-isu sosial, jika kamu hanya
berkutat dengan teori tanpa aksi nyata.
3. Jangan ngaku sebagai produk
bangsa, kalau kamu belum bisa berkontribusi untuk daerahmu
Sebagai
produk pendidikan Indonesia, kamu sebagai mahasiswa harus galau terhadap daerah
kamu. Hindari tuh perasaan to know much tentang perspektif isu di daerah
kamu, hanya dengan menerima apa yang ada di bangku perkuliahan saja. Secara,
kalau kita gak kenal bangsa kita, kita gak akan pernah tahu intervensi yang
tepat buat daerah kamu seperti apa.
So, buktikan
cinta nasionalisme kamu dengan berkontribusi untuk daerah kamu. berikan new
image terhadap wajah Aceh 10 tahun pasca tsunami, bahwa Pemuda Aceh bukan
hanya bisa berperang, namun juga bisa belajar dan menginspirasi
4. Temukan
purpose value dalam diri kamu
Guys percaya deh, setiap orang pasti memiliki
purpose value di dalam dirinya.
Sebuah perasaan yang ada jauh di relung hati kamu untuk dapat memberikan makna
dan bermanfaat bagi orang lain. Karena sejatinya kodrat kita sebagai manusia
adalah makhluk sosial yang hidup bersama dengan orang lain. Kalau kamu
mahasiswa, pasti udah mikirin tuh bakal kemana tujuan hidup kamu selanjutnya.
Tentulah idealnya seorang mahasiswa selalu menjadi agen perubahan buat bangsa,
keluarga dan tentulah diri kamu sendiri.
Tujuan hidup kamu juga beragam kok. Tenang aja! Pengabdian itu tidak
selamanya harus di jalur pendidikan. Kamu dapat mengabdi dengan cara kamu. misalnya, kamu seorang mahasiswa
kesehatan, kamu concern di bidang public speaking, atau bahkan kamu
seorang seniman sekalipun. Intinya adalah, jadikan diri kamu agar bermanfaat
bagi orang lain. Karena hidup adalah tentang terinspirasi dan menginspirasi.
5. Menikmati
masa muda bukan sekedar bersenang-senang. Tapi sesuatu yang lebih prinsipil
Masa-masa muda tentulah masa yang
menyenangkan. “nikmati hidup kamu, selagi
muda”!. Itu yang sering diungkapkan
banyak orang. Imbasnya prilaku hedonis membuat seorang mahasiswa melupakan
perannya sebagai “maha” nya siswa. Padahal sebagai mahasiswa kamu berkewajiban
membawa prinsip tri dharma perguruan
tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Layaknya
seorang supir yang baik adalah orang yang harus tahu jalan. Tahu tujuan agar
kita mau kemana kedepannya. Oleh karena itu visinya harus jelas, dan dibentuk
dari usia muda ini.
Bagaimana? Mahasiswa, ayo menggalau !