Upcoming Event

Minggu, 06 Desember 2015


Menjadi Mahasiswa Galau, Banyak Manfaatnya. Baca ini..!

Pernahkah kamu galau? Rasanya kata ini sangat tidak dianjurkan bagi kamu seorang mahasiswa yang lagi sibuk-sibuknya mengerjakan tugas-tugas yang dikerjar deadline. Bisa dipastikan saat kamu sedang galau, waktu kamu hanya terbuang dengan sia-sia dengan perasaan kacau dan kalut.  Duh, menjadi mahasiswa emang gak mudah. Kamu dituntut untuk selalu bagus secara akademis, yang lagi-lagi IPK adalah tolak ukur kejeniusan kamu.
Secara budaya, mahasiswa dianggap sebagai seseorang yang memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi dibandingkan mereka yang tidak dapat mengenyam bangku perkuliahan. Tapi percaya tidak? Ternyata kegalauan kamu sebagai mahasiswa justru dapat meningkatkan potensi kamu sebagai agent of change.
1.      Sekarang udah bukan jamannya lagi bergenk-ria. Beranomalilah!
a : kamu kenapa gak pilih kelas yang sama dengan aku lagi?
b : ia sorry banget ya, soalnya kelasnya udah penuh!
Rasanya ribet banget kali ya, kalau harus jadi mahasiswa yang kemana-mana harus saling berkerumunan. Well, terkadang menjalin pertemanan itu baik. Namun, seorang mahasiswa harus mempunyai prinsip dalam hidupnya. Toh kamu juga bukan anak-anak yang harus bergandengan tangan ketika hendak ke sekolah kan? Beranomali-lah. Keluarlah dari zona aman kamu. Seorang mahasiswa harus berdiri sendiri. Temukan potensi yang ada dalam diri kamu.
2.      Kamu sudah puas dengan ­­segudang teori yang kamu pelajari? Galaulah..
“Untuk mengenal sebuah Negara, anda harus mempunyai kontak langsung dengan tanahnya. Sia-sia memandang dunia hanya dari balik kaca mobil.” (Albert Einsten).
Apakah kamu sudah merasa serba tahu mengenali bangsa kamu? Sudah merasa mampu menjawab semua permasalahan bangsa kamu dengan semua teori yang kamu pelajari semasa perkuliahan ? pikir lagi deh! Kalau kamu ingin tahu segala dinamika permasalahan bangsa ini, satu-satunya cara haruslah terjun langsung ke lapangan. Kamu tidak akan pernah tahu masalah isu-isu sosial, jika kamu hanya berkutat dengan teori tanpa aksi nyata.
3.      Jangan ngaku sebagai produk bangsa, kalau kamu belum bisa berkontribusi untuk daerahmu
Sebagai produk pendidikan Indonesia, kamu sebagai mahasiswa harus galau terhadap daerah kamu. Hindari tuh perasaan to know much tentang perspektif isu di daerah kamu, hanya dengan menerima apa yang ada di bangku perkuliahan saja. Secara, kalau kita gak kenal bangsa kita, kita gak akan pernah tahu intervensi yang tepat buat daerah kamu seperti apa.
So, buktikan cinta nasionalisme kamu dengan berkontribusi untuk daerah kamu. berikan new image terhadap wajah Aceh 10 tahun pasca tsunami, bahwa Pemuda Aceh bukan hanya bisa berperang, namun juga bisa belajar dan menginspirasi
4.      Temukan purpose value dalam diri kamu
Guys percaya deh, setiap orang pasti memiliki purpose value di dalam dirinya. Sebuah perasaan yang ada jauh di relung hati kamu untuk dapat memberikan makna dan bermanfaat bagi orang lain. Karena sejatinya kodrat kita sebagai manusia adalah makhluk sosial yang hidup bersama dengan orang lain. Kalau kamu mahasiswa, pasti udah mikirin tuh bakal kemana tujuan hidup kamu selanjutnya. Tentulah idealnya seorang mahasiswa selalu menjadi agen perubahan buat bangsa, keluarga dan tentulah diri kamu sendiri.
Tujuan hidup kamu juga beragam kok. Tenang aja! Pengabdian itu tidak selamanya harus di jalur pendidikan. Kamu dapat mengabdi dengan cara kamu. misalnya, kamu seorang mahasiswa kesehatan, kamu concern di bidang public speaking, atau bahkan kamu seorang seniman sekalipun. Intinya adalah, jadikan diri kamu agar bermanfaat bagi orang lain. Karena hidup adalah tentang terinspirasi dan menginspirasi.
5.      Menikmati masa muda bukan sekedar bersenang-senang. Tapi sesuatu yang lebih prinsipil
Masa-masa muda tentulah masa yang menyenangkan. “nikmati hidup kamu, selagi muda”!.  Itu yang sering diungkapkan banyak orang. Imbasnya prilaku hedonis membuat seorang mahasiswa melupakan perannya sebagai “maha” nya siswa. Padahal sebagai mahasiswa kamu berkewajiban membawa prinsip tri dharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Layaknya seorang supir yang baik adalah orang yang harus tahu jalan. Tahu tujuan agar kita mau kemana kedepannya. Oleh karena itu visinya harus jelas, dan dibentuk dari usia muda ini.

Bagaimana? Mahasiswa, ayo menggalau !